Selasa, 22 Maret 2011

Waturia - (Kuta)


Kita harus mengulang cerita kita ketika bau laut kembali tercium. Karena dengan mengulang cerita ini kita menjadi semakin dekat. Sedekat laut dengan bibir pantai. Sayangnya kau tak bisa hadir sehingga terpaksa aku harus bercakap sendiri kepada laut dan gelombang. Kadang aku terganggu gurauan anak-anak yang mengajak berenang. Aku mulai tergoda tapi ceritaku belum selesai karena itu aku tetap bertahan di bibir pantai.
Ketika kata-kata aku ucapkan, pecahan gelombang menelannya cepat-cepat dan membawanya ke laut yang lebih luas. Begitu aku terdiam, kudengarkan bisikan gelombang pada pecahannya. Aku tak pahami kata-kata seperti apa yang sedang disampaikannya tapi aku merasa ia sedang menyambung ceritaku. Sehingga ceritaku telah menjadi cerita kami.
Cerita kita telah menjadi milik lautan juga. Walaupun kau tak hadir di sini, aku tak sungguh-sungguh merasa sendirian. Ketika ceritaku telah selesai kusampaikan, maka laut pun menyimpannya dalam-dalam di dasarnya. Namun aku yakin cerita itu suatu hari nanti akan di ceritakan kepada bibir pantai yang lain. Di sana kau mungkin sedang berdiri menghitung gelombang. Laut telah mempersatukan kita, bukan?

2 komentar:

  1. ya....tetapi ati2 ama gelombang tsunami pak....

    BalasHapus
  2. Ya, thanks ya. untung aku ngak berdiri di pantai Miyagi Jepang. tapi turut berduka untuk semua korban tsunami.

    BalasHapus