Sabtu, 19 Maret 2011

zerovigo 03


Pernah kutulis namamu dalam lembaran-lembaran sejarah hidupku

Aku menulisnya dengan kata-kata yang aku ingin suatu waktu engkaupun akan mengetahuinya. Kalimat-kalimat yang aku harap kau kelak akan membacanya. Aku tulis dengan seluruh keangkuhan diriku. Aku tulis dengan kesadaran bahwa aku telah menamai dirimu. Padahal aku telah keliru. Karena kata-kataku berbeda dengan ucapan yang di bibirmu, yang mungkin telah engkau ucapkan tapi sampai sekarang tak pernah bisa aku tangkap. Aku tahu aku telah salah mengartikan setiap senyummu, setiap tatapanmu, atau setiap sentuhanmu. Tapi untuk waktu tertentu aku bahagia karena aku boleh mengenal dirimu dari sisi dirimu yang dapat aku tangkap. Itu sudah cukup buatku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar