Jumat, 25 Maret 2011

NONSENSE


Di bawah terik mentari yang menyengat

Ia menyeret borok di selangkangannya

Keringat menambah perih pada borok yang semakin menganga

Ia mengaso sejenak, menengadah menantang bagaskara

Dan mengumpat 'cancuk!'

Ini hukuman bukan pengorbanan

Luka saja sudah terlalu menyiksa

Apalagi harus dibawa berlari

Siang bolong mengejar

Sebab bila terlambat senja akan menikamnya

Malam akan membiarkan dia mati dipagut pekatnya

Ia terhukum bukan nabi besar

Ia tak punya pelita

Yang mampu menembus gulita

Hukuman ini harus benar-benar selesai

Sebelum matahari pergi

ia butuh mata para saksi

Ia harus sampai di titik akhir

Ia tak mau menjadi mangsa kegelapan

Ia tak ingin mati sia-sia

Kalaupun ia harus mati ia ingin mati dalam terang

Orang-orang akan melihatnya

Mengenalinya sebagai diri mereka sendiri

Menyadari ini membelalakan matanya

Ia pun terus berlari, semakin cepat

Terselingi sumringah bibir pucatnya

Dan akhirnya terbahak ngakak

Ha...ha...ha...ha…….

Kita semua adalah terhukum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar