Kita tak pernah bicara secara terus terang. Tapi aku merasakan ada sesuatu yang menyesakkan dadamu bila kita bertemu. Kadang-kadang aku dapati kau sedang tertegun memandangku. Di sela-sela canda tawa kita, aku merasakan ada yang masih kau sembunyikan.
Barangkali waktu memang belum pas untuk membicarakan dari hati-ke hati apa yang menyesakkan dada kita. Barangkali kita memang masih mencari-cari kata yang pas untuk bisa mengungkapkan timbunan isi hati. Atau masing-masing kita masih mengumpulkan keberanian untuk mengambil inisiatif memulai. Kita masih sering saling mengharapkan siapa yang akan membawa canda tawa kita pada suatu perkara yang serius. Masing-masing kita merasa ini mesti. Semakin mual rasanya memendam terlalu lama gejolak hati ini. Nyerinya malah ,mulai mengganggu kepala. Membuat senut-senut. Ah… apa-apan ini!
Ayolah bicarakanlah saja. Barangkali akan lebih baik bila semuanya sudah dilepas. Mengapa malu? Ataukah ada yang menakut-nakuti? Mungkin itu Cuma perasaanmu saja.

hah
BalasHapus